Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA

UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA

UNKRIS
Kampus

Teknik Elektro UNKRIS Kenalkan Teknologi IoT untuk Pengolahan Sampah Organik dan Produksi Kompos Modern

Program Studi Teknik Elektro UNKRIS mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan teknologi IoT untuk monitoring suhu, pH, kelembaban, dan gas dalam produksi kompos modern yang lebih efisien dan berkualitas.

Teknik Elektro UNKRIS Kenalkan Teknologi IoT untuk Pengolahan Sampah Organik dan Produksi Kompos Modern

Perkembangan teknologi tidak hanya dimanfaatkan dalam industri manufaktur atau dunia digital, tetapi juga mulai diterapkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih efektif. Salah satu inovasi yang kini semakin banyak dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh mahasiswa dan dosen pada Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diselenggarakan pada 11 Juni 2026 di RW 11 Kelurahan Jaticempaka, Bekasi.

Melalui kegiatan bertema Monitoring dan Otomatisasi Pembuatan Pupuk Kompos dari Suhu, pH, Kelembaban, dan CO, tim dosen Teknik Elektro UNKRIS memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efektivitas proses pengomposan sekaligus menghasilkan pupuk kompos dengan kualitas yang lebih baik dan konsisten.

Teknologi IoT Membantu Proses Pengomposan Menjadi Lebih Efisien

Pada kegiatan tersebut, Bapak Suparno hadir sebagai narasumber yang menjelaskan bagaimana teknologi mikrokontroler dan sensor dapat digunakan untuk memantau berbagai parameter penting selama proses pembuatan kompos.

Dalam metode pengomposan konvensional, keberhasilan proses dekomposisi sering kali dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang sulit dipantau secara terus-menerus. Akibatnya, kualitas kompos yang dihasilkan dapat berbeda-beda.

Melalui sistem berbasis IoT, berbagai parameter penting dapat dipantau secara real-time, seperti:

  • Suhu kompos
  • Tingkat kelembaban
  • Derajat keasaman (pH)
  • Kadar gas karbon monoksida (CO)
  • Kadar karbon dioksida (COâ‚‚)

Data yang diperoleh kemudian digunakan untuk membantu menjaga kondisi ideal selama proses penguraian sampah organik berlangsung.

Menjaga Kondisi Ideal untuk Menghasilkan Kompos Berkualitas

Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa proses pengomposan yang optimal memerlukan pengendalian beberapa faktor utama. Sistem yang dikembangkan mampu membantu menjaga suhu kompos pada kisaran 50°C hingga 60°C. Suhu ini dianggap ideal karena mampu mempercepat proses dekomposisi sekaligus membantu membunuh berbagai mikroorganisme patogen yang berpotensi merugikan.

Selain itu, kelembaban kompos dijaga pada rentang 40% hingga 65%, sementara tingkat pH dipertahankan pada kisaran 6,5 hingga 7,5 agar aktivitas mikroorganisme pengurai dapat berlangsung secara maksimal. Melalui pemantauan otomatis tersebut, kualitas pupuk kompos yang dihasilkan menjadi lebih seragam dibandingkan metode pengomposan tradisional.

Sensor Gas Membantu Mendeteksi Kualitas Aerasi Kompos

Salah satu keunggulan sistem yang diperkenalkan adalah kemampuannya memantau kadar gas karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (COâ‚‚) selama proses pengomposan berlangsung. Kadar gas ini menjadi indikator penting untuk mengetahui apakah proses dekomposisi berlangsung secara aerobik atau anaerobik.

Jika sensor mendeteksi peningkatan kadar CO yang berlebihan, sistem akan memberikan peringatan bahwa kondisi kompos mulai kekurangan oksigen. Situasi tersebut menunjukkan perlunya pengadukan agar sirkulasi udara kembali optimal.

Dengan demikian, proses pengomposan dapat berjalan lebih efektif sekaligus mengurangi risiko munculnya bau tidak sedap yang sering terjadi pada pengolahan sampah organik secara konvensional.

Teknik Elektro Berkontribusi dalam Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Kegiatan ini menunjukkan bahwa bidang Teknik Elektro tidak hanya berkaitan dengan kelistrikan dan perangkat elektronik, tetapi juga memiliki peran penting dalam menciptakan solusi berbasis teknologi untuk berbagai persoalan lingkungan.

Melalui integrasi sensor, mikrokontroler, sistem monitoring, dan Internet of Things (IoT), mahasiswa maupun akademisi Teknik Elektro dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang mendukung pengelolaan sampah, pertanian modern, energi terbarukan, hingga konsep smart city.

Inovasi seperti ini juga menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan lingkungan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Jurusan yang Relevan dengan Pengembangan Teknologi IoT Lingkungan

Bagi kamu yang tertarik mengembangkan teknologi seperti sistem monitoring kompos berbasis IoT, beberapa program studi yang relevan antara lain:

Melalui program studi tersebut, mahasiswa dapat mempelajari berbagai teknologi digital yang saat ini banyak digunakan untuk mendukung transformasi industri maupun pengelolaan lingkungan berbasis data. Menariknya, berbagai jurusan tersebut dapat ditempuh melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K) yang tersedia di berbagai kampus mitra eduNitas. Program ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang ingin kuliah sambil bekerja tanpa harus meninggalkan aktivitas profesionalnya.

Salah satu kampus yang menyediakan pilihan program studi tersebut adalah Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS). Melalui berbagai program unggulan yang dimiliki, UNKRIS tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori di dalam kelas, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat, seperti penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pengelolaan sampah organik dan produksi kompos modern.

Dengan dukungan metode pembelajaran seperti Hybrid LearningBlended Learning, maupun Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ), mahasiswa memiliki fleksibilitas untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Sistem perkuliahan yang dirancang lebih adaptif ini memungkinkan mahasiswa, karyawan, profesional, maupun pelaku usaha untuk mengatur waktu belajar sesuai dengan aktivitas sehari-hari, sehingga impian meraih gelar pendidikan tinggi tetap dapat diwujudkan sambil terus mengembangkan karier. 

Kesimpulan

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diselenggarakan Program Studi Teknik Elektro UNKRIS menunjukkan bahwa teknologi Internet of Things (IoT) dapat menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan sampah organik. Melalui sistem monitoring suhu, kelembaban, pH, serta kadar gas secara otomatis, proses pengomposan dapat berlangsung lebih efisien dan menghasilkan pupuk kompos dengan kualitas yang lebih baik.

Inovasi seperti ini membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia industri, tetapi juga mampu mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Bagi kamu yang tertarik mempelajari teknologi IoT, otomasi, dan berbagai inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, kini saatnya mempersiapkan masa depan melalui pendidikan tinggi yang tepat. Kamu dapat menempuh kuliah di UNKRIS melalui Program Kuliah Karyawan yang difasilitasi oleh eduNitas dengan sistem perkuliahan yang fleksibel untuk pekerja maupun lulusan baru.

Yuk, daftar kuliah sekarang melalui eduNitas dan ikuti informasi terbaru seputar kampus, beasiswa, pengembangan diri, dunia kerja, dan karier melalui Instagram, TikTok, LinkedIn, Website, atau bergabung di Channel WhatsApp eduNitas agar tidak ketinggalan berbagai peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Artikel ini merupakan hasil saduran dan pengembangan informasi dari artikel resmi yang dipublikasikan oleh Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS).  Seluruh informasi utama terkait  program dan kegiatan akademik merujuk pada sumber resmi kampus, kemudian disesuaikan kembali untuk pembaca eduNitas.