Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA

UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA

UNKRIS
Kampus

Wisuda UNKRIS: 1.300 Wisudawan Siap Hadapi Era AI dan Dunia Kerja

Sebanyak 1.300 wisudawan UNKRIS didorong terus mengembangkan kompetensi, menghadapi era AI, transformasi digital, dan persaingan dunia kerja global.

Wisuda UNKRIS: 1.300 Wisudawan Siap Hadapi Era AI dan Dunia Kerja

Prof. Gayus Lumbuun: Lulusan Harus Terus Belajar dan Beradaptasi

UNKRIS Perkuat Kolaborasi Internasional untuk Pengembangan AI

Transformasi Digital Menjadi Fokus Pengembangan UNKRIS

LLDIKTI: Dunia Kerja Membutuhkan Problem Solver

Sebanyak 1.300 Wisudawan Resmi Dikukuhkan

Kesimpulan

Meraih gelar sarjana, magister, atau doktor menjadi pencapaian penting dalam perjalanan akademik seseorang. Namun, di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), transformasi digital, dan perubahan kebutuhan industri, gelar akademik saja tidak lagi cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Lulusan perguruan tinggi juga dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, menguasai teknologi, serta terus mengembangkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan global.

Pesan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Wisuda Program Sarjana ke-65, Program Magister ke-29, dan Program Doktor ke-13 Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC). Sebanyak 1.300 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi yang dihadiri jajaran pimpinan universitas, yayasan, LLDIKTI Wilayah III, serta sejumlah tamu undangan.

Prof. Gayus Lumbuun: Lulusan Harus Terus Belajar dan Beradaptasi

Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS), Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, S.H., M.H., menegaskan bahwa UNKRIS terus berupaya meningkatkan mutu institusi melalui berbagai pembaruan, termasuk memperkuat tata kelola kelembagaan dan mendorong pencapaian akreditasi unggul. Dalam sambutannya di hadapan para wisudawan, Prof. Gayus mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga lulusan perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perubahan zaman.

Ia juga mengajak para lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus mengembangkan kapasitas diri agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Selain itu, Prof. Gayus menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun masa depan Indonesia. Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan komitmen UNKRIS untuk terus menghadirkan pembaruan melalui pendidikan yang berkualitas dan berorientasi global.

UNKRIS Perkuat Kolaborasi Internasional untuk Pengembangan AI

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, UNKRIS terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri.

Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan pendidikan, penelitian, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital.

Beberapa kerja sama internasional yang telah dijalin antara lain dengan Columbia University di Amerika Serikat, sejumlah institusi pendidikan di Rusia, Meksiko, serta berbagai perguruan tinggi internasional lainnya. Melalui kolaborasi tersebut, UNKRIS berharap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, sekaligus memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif di tingkat global.

Prof. Gayus juga menilai bahwa perkembangan AI perlu diimbangi dengan regulasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di ruang digital. Menurutnya, penguatan sistem hukum siber (cyber law) menjadi salah satu langkah penting agar pemanfaatan teknologi berjalan secara bertanggung jawab.

Transformasi Digital Menjadi Fokus Pengembangan UNKRIS

Rektor Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS), Prof. Dr. Ali Johardi, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu prioritas UNKRIS dalam menghadapi perubahan global. Melalui tema wisuda “Transformasi dan Inovasi Tata Kelola Organisasi Berbasis Digital dan Inklusif”, UNKRIS terus melakukan pembaruan pada sistem akademik, administrasi, pelayanan mahasiswa, hingga pembelajaran berbasis teknologi.

Menurutnya, transformasi digital bukan hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi langkah untuk membangun tata kelola kampus yang modern, efisien, transparan, dan adaptif. Komitmen internasionalisasi juga diperkuat melalui berbagai kerja sama global, seperti rencana program pertukaran mahasiswa dengan universitas di Kazan, Rusia, kerja sama Fakultas Ekonomi dengan Hiroshima University, Jepang, serta kolaborasi dengan Columbia University dalam pengembangan pelatihan digital security. Prof. Ali menegaskan bahwa seluruh inovasi tersebut harus tetap mengedepankan prinsip inklusivitas agar manfaat pendidikan dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

LLDIKTI: Dunia Kerja Membutuhkan Problem Solver

Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Prof. Henry Togar Hasiholan, mengingatkan bahwa dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang memiliki kemampuan lebih dari sekadar prestasi akademik. Ia menilai bahwa perkembangan AI dan transformasi digital telah mengubah kebutuhan industri. Perusahaan kini semakin membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis, menyelesaikan persoalan, beradaptasi terhadap perubahan, serta menjunjung tinggi integritas dalam bekerja.

Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi baru, tetapi juga perubahan pola pikir dalam menyelesaikan berbagai tantangan secara lebih efektif dan efisien.

Prof. Henry juga mengingatkan bahwa gelar akademik hanyalah salah satu bentuk pengakuan atas kompetensi. Dalam dunia profesional, karakter, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, kreativitas, serta integritas justru menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan seseorang. Karena itu, ia mengajak seluruh lulusan untuk terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan tidak takut menghadapi tantangan baru di era digital.

Sebanyak 1.300 Wisudawan Resmi Dikukuhkan

Prosesi wisuda UNKRIS diikuti oleh 1.300 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan, terdiri atas 962 lulusan Program Sarjana (S1), 329 lulusan Program Magister (S2), dan 9 lulusan Program Doktor (S3).Para lulusan berasal dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, hingga program magister dan doktor di bidang hukum, manajemen, administrasi, dan teknik.

Momen wisuda ini menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengembangkan kompetensi serta berkontribusi di dunia profesional, pemerintahan, industri, maupun masyarakat.

Kesimpulan

Wisuda bukanlah akhir perjalanan belajar, melainkan awal untuk terus mengembangkan kompetensi di tengah perkembangan AI, transformasi digital, dan perubahan dunia kerja. Melalui penguatan transformasi digital, kolaborasi internasional, serta peningkatan kualitas pendidikan, Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. 

Bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang mendukung pengembangan kompetensi, memperluas jejaring internasional, serta terus berinovasi di era digital, Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K) dapat menjadi salah satu pilihan. Kunjungi website unkris.id. untuk memperoleh informasi mengenai program studi, biaya kuliah, jadwal perkuliahan, hingga proses pendaftaran. Jangan lupa ikuti Instagram, TikTok, LinkedIn, atau bergabung di Channel WhatsApp Komunitas Kuliah agar selalu mendapatkan informasi terbaru seputar pendidikan tinggi, beasiswa, perkembangan karier, dan penerimaan mahasiswa baru.

Artikel ini merupakan hasil saduran dan pengembangan dari informasi resmi Pos Kota Online. Informasi disusun kembali dengan bahasa yang lebih sederhana tanpa mengubah substansi utama kegiatan.